Tampilkan postingan dengan label madu sumbawa asli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label madu sumbawa asli. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013


فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ

Ibnu Abbas ra meriwayatkan Hadits marfu’ yang menyatakan, “Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, ‘sayatan alat bekam, minuman minum madu, atau sengatan besi panas.’ Tapi aku melarang umatku memakai besi panas untuk terapi.” (HR. Bukhari).

Dalam kitab Thibb, Ibnu Muflih menegaskan maksud dari hadits di atas bahwasannya sebagian kalangan menyatakan, “Jika penyakitnya memiliki karakter panas, kita dapat mengobatinya dengan cara menyedot darah keluar, karena tindakan ini dapat menguras materi darah dan mendinginkan kondisi tubuh.”

Dilanjutkan, “Dan jika penyakitnya memiliki karakter dingin, kita dapat mengobatinya dengan cara menghangatkan badan, dan khasiat ini ada di dalam madu. Setelah itu apabila ia memerlukan pengurasan materi yang dingin, maka dapat dilakukan dengan memberikan madu lagi. Madu dapat melakukan tugas ini karena ia mengandung zat pematang, penghancur, pembersih dan pelunak. Dengan demikian materi tersebut dapat dikuras secara perlahan dan aman dari bahaya yang bisa ditimbulkan oleh obat-obat pencahar yang keras.”